Kamis, 01 November 2012

Teknik Pengisolasian Jamur Melalui Tubuh Buah (F0)

Di awal-awal saya mengenal mikrobiologi yaitu ketika magang di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pekerjaan yang dilimpahkan ke saya adalah mengisolasi berbagai macam jamur kayu yang dikumpulkan dari hutan. Saya lulusan S1 kimia IPB. Penelitian saya waktu itu tentang enzim jamur kayu digunakan untuk memutihkan bubur kertas (Pulp). Berawal dari penelitian S1 lah saya mengenal jamur. Sampai S2 dan S3, saya melanjutkan tentang topik penelitian yang sama. Di waktu S2 saya benar-benar belajar keras untuk menemukan metode untuk mengisolasi jamur. Terutama pembimbing saya, Dr. Tamai Yutaka mengajarkan saya banyak hal tentang teknik isolasi ini. Waktu itu saya mengumpulkan ratusan sampel jamur baik dari tubuh buah maupun dari kayu-kayu yang sudah lapuk oleh jamur tapi tanpa tubuh buah. Setelah lulus S3, saya bekerja di salah satu perusahaan Kertas di bagian Research and Development (R&D) divisi Forestry (Kehutanan). Kembali lagi, pekerjaan utama saya di awal-awal bekerja adalah untuk mengisolasi jamur. Jadi boleh dibilang, saya sudah mengisolasi ribuan jamur kayu.

Seperti kita ketahui jamur tiram, kancing, shitake, dan enokitake adalah macam-macam jamur kayu. Jadi teknik pengisolasiannya hampir sama satu sama lain. Berikut cara-cara untuk mengisolasi jamur untuk mendapatkan F0 yang murni.

1. Bekerjalah di dekat api atau bunsen. Sebelum anda mulai bekerja, semprotlah tangan dan juga bagian luar jamur yang akan diisolasi dengan alkohol 70%. Belah dua bagian tubuh buah jamur secara berlahan. Ini berfungsi untuk mengambil jaringan bagian dalam dari jamur. Karena diperkirakan bagian ini steril dan terhindar dari kontaminasi.

2. Ambillah sedikit bagian dari jaringan tubuh buah jamur (kira-kira 1-2 mm2) terutama diantara batang dan payung jamur.

3. Tarulah diatas PDA dengan cara yang sangat steril (di dekat api).

4. Untuk menghemat media dan biaya, taruhlah beberapa potongan kecil jaringan jamur di atas PDA.

5. Dalam satu cawan petri, anda bisa menaruh 4-5 potongan kecil dari jaringan jamur. Agar pengisolasian terhindar dari kontaminasi, segellah bagian pinggir cawan petri dengan plastik wrap atau menggunakan polypore.

6. Setelah jaringan jamur mulai tumbuh pada tahap 5, kemudian murnikan ke cawan petri baru yang telah diisi PDA. Tahap ini disebut tahap pemurnian yaitu untuk memurnikan jamur dari bakteri atau jamur lainnya. Tahap pemurnian ini bisa dilakukan beberapa kali sampai didapatkan F0 yang murni. Semakin murni F0 yang di dapat, Insya Allah semakin baik bibit yang akan digunakan nantinya. 

7. Setelah pemurnian, F0 yang murni dapat di simpan di dalam botol-botol kultur untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Apabila anda membutuhkan bibit F0, maka anda tidak perlu setiap hari mengisolasi. Cukup anda mengambil dari stock kultur yang ada. Tetapi perlu diingat, semakin sering kita menurunkan F0 ini ke PDA, bisa jadi potensial jamur tersebut semakin menurun. Sebaiknya anda harus mengetahui turunan berapa F0 yang anda akan gunakan. Ini berfungsi agar kualitas bibit yang anda turunkan nantinya tetap terjaga baik.

Semoga Teknik pengisolasian jamur diatas bermanfaat. Apabila ada pertanyaan atau komentar, saya akan sangat senang sekali. Silahkan hubungi saya di afrida_sitompul@yahoo.com atau telpon saya di 081388632022.

Afrida S.

Kamis, 25 Oktober 2012

Beberapa photo hasil percobaan saya di rumah

Jamur tiram saya tumbuhkan pada sisa kotak susu cair
Jamur tiram ini saya tumbuhkan pada media serbuk kayu tanpa adanya penambahan dedak. Jamur ini menunjukkan primordianya (Pinhead) pada hari ke 20 setelah penanaman bibit. Saya sangat menyukai experimen ini, walaupun menurut saya hasilnya belum maksimal seperti yang saya harapkan tetapi setidaknya saya bisa menunjukkan kepada seluruh petani jamur, bahwa penambahan nutrisi sederhana seperti gula dan dedak tidak menjamin cepatnya pembentukan jamur. Baglog ini panjangnya 1 meter.

Photo jamur tiram yang ditanaman pada baglog 1 meter diambil dari dekat.

Contoh baglog yang menunjukkan pertumbuhan miselia yang sehat. Miselia ini tumbuh dengan agresif disebabkan karena adanya nutrisi dan juga supplai oksigen yang cukup.

Saya dan jamur tiram yang saya tumbuhkan pada baglog 1 meter.

Jika anda punya pertanyaan atau ingin diskusi, silahkan kirimkan Email ke afrida_sitompul@yahoo.com atau telepon 081388632022.





Jumat, 19 Oktober 2012

Tips sukses dalam membudidayakan jamur

Beberapa tips berikut sangat penting untuk suksesnya membudidayakan jamur, antara lain;

1. Kebersihan; kebersihan sangat diutamakan untuk keberhasilan dalam membudidayakan jamur.Kumbung dan tempat pembibitan adalah dua tempat yang harus diutamakannya kebersihannya karena kalau tidak kontaminasi akan bersarang disana. Kemudian lingkungan sekitar kumbung harus juga bersih dan jauh dari sampah.

2. Sebaiknya kumbung terpisah dengan tempat pembibitan. Ini juga dimaksudkan untuk mengurangi kontaminasi pada saat anda memasukkan bibit ke dalam baglog. Sering-seringlah membersihkan tempat pembibitan selama anda bekerja terutama sisa-sisa serbuk kayu yang terbuang ke lantai.

3. Sebelum memulai pembibitan sebaiknya tempat anda bekerja disemprot dengan alkohol atau disinfektan. Kemudian diamkan sekitar 1-2 jam. Baru anda mulai bekerja.

4. Semprotlah tangan anda dengan alkohol 70% dan bekerjalah di dekat bunsen selama anda memasukkan bibit ke dalam baglog.  Tidak perlu tergesa-gesa selama pembibitan karena akan hanya memperbanyak presentase kontaminasi.

5. Jangan gunakan bibit yang miselianya telah menua. Biasanya dicirikan dengan miselia yang mulai menguning. Jangan juga gunakan bibit yang telah membentuk tubuh buah jamur karena bibit ini telah mengeluarkan zat-zat tertentu ke lingkungan sekitarnya sehingga dapat memperlambat tumbuhnya miselia di dalam baglog.

6. Bangunlah kumbung yang memiliki sistem sirkulasi udara yang baik.

7. Untuk daerah dataran rendah dengan suhu yang tinggi, memodifikasi kumbung jamur agar suhu dan kelembaban di dalam kumbung diperlukan. Kemudian diperlukan penyiraman dengan intensitas yang lebih sering dibanding daerah dataran tinggi.

Bagi anda yang ingin berdiskusi dengan saya, silahkan kirim Email ke afrida_sitompul@yahoo.com atau telpon: 081388632022.

Afrida S.

Rabu, 17 Oktober 2012

Koleksi kultur murni (F0) yang saya miliki



Saya memiliki beberapa koleksi kultur murni (F0) dari beberapa daerah dan negara yaitu antara lain; Pleurotus ostreatus (tiram putih) asal Jepang termasuk didalamnya yang diisolasi dari hutan (wild), dari petani jamur (cultivar), dan juga bibit F0 khusus untuk temperatur rendah. Jamur tiram putih asal Cina yaitu khusus untuk suhu tinggi. Jamur tiram putih asal Jawa barat dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Disamping jamur tiram putih, saya juga mempunyai koleksi jamur tiram pink (Pleurotus salmoneostramineus), Pleurotus pulmonarius (Indonesia), Jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajour caju, Indonesia dan Jepang), Shitakee (Lentinus edodes, Indonesia), dan jamur merang (Volvariella volvacea, Indonesia).



Pemesanan Bibit Jamur

Foto atas adalah bibit F0 (kultur murni) pada media PDA dengan menggunakan cawan petri plastik steril. Sedangkan foto dibawahnya adalah contoh bibit F1 dengan menggunakan media serbuk kayu dan jagung biji dengan perbandingan 1:4 dikemas dalam plastik dengan menggunakan micropore untuk sirkulasi udara. Media plastik digunakan untuk mempermudah pengaplikasian bibit jamur oleh para petani, kemudian kelebihan media plastik juga memperkecil kontaminasi selama pembibitan. Kelebihan lainnya, dengan menggunakan plastik, akan mempermudah pengiriman dan menghemat ongkos kirim. Untuk informasi selanjutnya silahkan hubungi saya di 081388632022 atau afrida_sitompul@yahoo.com.

Minggu, 09 September 2012

Dijual Bibit Jamur

Untuk memenuhi kebutuhan petani jamur akan bibit yang baik, maka saya mencoba memproduksi bibit jamur terutama jamur tiram. Saya menyediakan bibit F0, F1, F2, dan F3. Semua tergantung pemesanan. F1, F2, dan F3 dikemas pada plastik. Hal ini untuk memudahkan pengiriman dan penghematan ongkos kirim. Kemasan plastik yang digunakan menggunakan micropore agar membantu sirkulasi oksigen yang baik sehingga kualitas bibit Insya Allah terjamin.

Apabila anda tertarik untuk meng-order, silahkan hubungi ke:

Email: afrida_sitompul@yahoo.com
Telepon: 081388632022

Budidaya Jamur Tiram pada Daerah Panas

Sebelumnya saya pernah menulis tentang budidaya jamur tiram secara umum. Pada kesempatan ini saya akan coba membahas budidaya jamur tiram untuk daerah panas.  Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya yang tinggal di Balikpapan yang terkenal dengan panas, dataran rendah (pinggir pantai), dan memliki kelembapan tinggi (75-90%).

Seperti kita ketahui, bahwa jamur menyukai kondisi yang lembab tetapi kering. Miselia jamur tiram dapat tumbuh pada suhu antara 27-28 derajat celcius dengan kelembaban 80-90%. Untuk pembentukan tubuh, jamur tiram tidak begitu tergantung kepada suhu, tetapi sangat bergantung pada kelembaban, baiknya antara 95-99%. Disamping kelembaban, pembentukan tubuh buah memerlukan ketersedian oksigen. Untuk mendapatkan oksigen, baiknya petani membuat sebaik mungkin sirkulasi udara yang baik pada kumbung.

Apabila suhu sekitar 30 derajat dan kelembaban dibawah 80%, kemungkinan produksi pembentukan tubuh buah akan menurun. Oleh sebab itu, baiknya para petani harus memodifikasi kumbungnya dengan cara membuat saluran air disekitar kumbung. Agar murah, bisa menggunakan bambu. Alternatif lain, bisa membuat kolam-kolam kecil di bawah rak.

Dari uraian singkat diatas, ada dua hal yang harus sangat diperhatikan petani jamur daerah panas, yaitu:
1. kelembaban (90-99%)
2. Ketersedian Oksigen (sirkulasi kumbung yang baik)